Majelis
169 Al-Khaerat merupakan wadah perkumpulan bagi para pemuda yang berlokasi di
Yogyakarta. Pada awal terbentuknya merupakan sebuah komunitas yang sebagian
besar adalah pelajar yang ingin memantapkan hati untuk menghadapi Ujian
Nasional tingkat SMA pada tahun 2010. Berawal dari kekhawatiran penggagas
komunitas ini untuk menghadapi Ujian Nasional SMA maka seiring berjalannya
waktu semakin banyak anggota yang ikut dalam kegiatan komunitas. Mujahadahan
adalah kegiatan pertama yang diselengarakan bertempat di rumah salah satu
anggota. Pada awalnya komunitas ini hanyalah perkumpulan mujahadahan biasa yang
semakin ramai ketika menjelang hari-H Ujian Nasional. Bahkan pada waktu itu
rumah yang digunakan sebagai tampat Mujahadahan tidak muat menampung para
jamaah sehingga berdesak-desakan antar jamaah.
Setelah
Ujian Nasional tidak membuat antusias para jamaah berkurang untuk bermujahadah.
Akan tetapi, justru intensitas mujahadah diperbanyak dengan menambah agenda
daripada komunitas ini salah satunya yaitu ziarah wali yang berada di
Yogyakarta. Agenda yang lain yaitu rutinan Ratib Al-Haddad serta muhasabah. Hal
tersebut yang membuat jamaah tertarik untuk setia mengikuti setiap agenda
komunitas tersebut.
Seiring
berjalannya, dibentuklah kepengurusan komunitas dengan maksud untuk menjaga
agar agenda-agenda komunitas dapat berjalan dengan baik. Selain itu anggota
komunitas tidak hanya sebagai jamaah mujahadahan saja tetapi juga berperan
dalam musyawarah mufakat. Sehingga pada suatu waktu komunitas ini memiliki nama
Komunitas 169 Al-Khaerat. Komunitas 169 Al-Khaerat mempuyai makna yaitu
perkumpulan pemuda yang didasari dari tujuan kesamaan kesatuan prinsip yakni
meng-Esakan Tuhan YME, hal tersebut didasari dari Al-Qur’an Surat Al-Ikhlas yang
kemudian dilambangkan dengan angka 1 (satu). Selanjutnya keberadaan angka 6 (enam)
mengandung arti bahwa semua pada awalnya dalam kondisi yang berada dibawah baik
dari segi ahlak maupun ilmu sesuai dengan gambaran kepala angka 6 yang berada
dibawah. Setelah berkumpul dan mengesakan nama Tuhan dalam perkumpulan ini, diharapkan
semuanya akan terangkat derajatnya baik disisi Allah SWT (spiritual) maupun manusia
dan mahluk (sosial), dalam hal ini diwujudkan melalui lambing angka 9
(Sembilan) yang kepalanya berada di atas.
Empat
tahun komunitas ini berdiri dan berjalan dengan agenda-agenda kegiatan utamanya
mujahadahan dan Rutinan Ratib Al-Haddad. Selama itu pula komunitas ini akhirnya
berganti menjadi Majelis melalui kesepakatan bersama pengurus dan anggota.
Sehingga berubah menjadi Majelis 169 Al-Khaerat, atau Majelis Ta`lim, Dzikir,
dan Shalawat 169 Al-Khaerat.
Sebagian
besar bahkan hampir semua jamaahnya adalah para pemuda. Hal ini sangat jarang
terjadi saat ini dimana kekhawatiran pergaulan bebas dan gaya hidup
mempengaruhi para pemuda saat ini. Oleh sebab itu, salah satu tujuan adanya
majelis ini adalah tempat/wadah untuk para pemuda mencari jati dirinya.
Khususnya tentang keagamaan melalui berbagai agenda-agenda Majelis yang
ditanamkan kepada para jamaah untuk mengenal lebih dekat Tuhan dan RasulNya
melalui amalan-amalan para ulama dan habaib yang bersumber dari guru-guru
beliau yang memiliki sanad sampai kepada Rasulullah SAW.
Tahun
ke-5 berjalannya Majelis membuat semangat pengurus untuk menyemarakkan lagi
agenda-agenda khususnya mujahadahan rutinan Ratib Al-Haddad dengan dibentuk
tambahan Hadrah. Tujuannya yaitu biar jamaah tidak jenuh dan lebih semangat
lagi. Ditambah lagi peralatan sound system yang diperlukan untuk
keberlangsungan Mujahadahan setiap agenda-agenda Majelis. Sehingga hal tersebut
yang menginisiatif perngurus untuk mengadakan peralatan perlengkapan majelis
seperti sound, karpet dan peralatan hadrah.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar