Minggu, 09 Agustus 2015

Profil Majelis 169 Al-Khaerat

Majelis 169 Al-Khaerat merupakan wadah perkumpulan bagi para pemuda yang berlokasi di Yogyakarta. Pada awal terbentuknya merupakan sebuah komunitas yang sebagian besar adalah pelajar yang ingin memantapkan hati untuk menghadapi Ujian Nasional tingkat SMA pada tahun 2010. Berawal dari kekhawatiran penggagas komunitas ini untuk menghadapi Ujian Nasional SMA maka seiring berjalannya waktu semakin banyak anggota yang ikut dalam kegiatan komunitas. Mujahadahan adalah kegiatan pertama yang diselengarakan bertempat di rumah salah satu anggota. Pada awalnya komunitas ini hanyalah perkumpulan mujahadahan biasa yang semakin ramai ketika menjelang hari-H Ujian Nasional. Bahkan pada waktu itu rumah yang digunakan sebagai tampat Mujahadahan tidak muat menampung para jamaah sehingga berdesak-desakan antar jamaah.
Setelah Ujian Nasional tidak membuat antusias para jamaah berkurang untuk bermujahadah. Akan tetapi, justru intensitas mujahadah diperbanyak dengan menambah agenda daripada komunitas ini salah satunya yaitu ziarah wali yang berada di Yogyakarta. Agenda yang lain yaitu rutinan Ratib Al-Haddad serta muhasabah. Hal tersebut yang membuat jamaah tertarik untuk setia mengikuti setiap agenda komunitas tersebut.
Seiring berjalannya, dibentuklah kepengurusan komunitas dengan maksud untuk menjaga agar agenda-agenda komunitas dapat berjalan dengan baik. Selain itu anggota komunitas tidak hanya sebagai jamaah mujahadahan saja tetapi juga berperan dalam musyawarah mufakat. Sehingga pada suatu waktu komunitas ini memiliki nama Komunitas 169 Al-Khaerat. Komunitas 169 Al-Khaerat mempuyai makna yaitu perkumpulan pemuda yang didasari dari tujuan kesamaan kesatuan prinsip yakni meng-Esakan Tuhan YME, hal tersebut didasari dari Al-Qur’an Surat Al-Ikhlas yang kemudian dilambangkan dengan angka 1 (satu). Selanjutnya keberadaan angka 6 (enam) mengandung arti bahwa semua pada awalnya dalam kondisi yang berada dibawah baik dari segi ahlak maupun ilmu sesuai dengan gambaran kepala angka 6 yang berada dibawah. Setelah berkumpul dan mengesakan nama Tuhan dalam perkumpulan ini, diharapkan semuanya akan terangkat derajatnya baik disisi Allah SWT (spiritual) maupun manusia dan mahluk (sosial), dalam hal ini diwujudkan melalui lambing angka 9 (Sembilan) yang kepalanya berada di atas.
Empat tahun komunitas ini berdiri dan berjalan dengan agenda-agenda kegiatan utamanya mujahadahan dan Rutinan Ratib Al-Haddad. Selama itu pula komunitas ini akhirnya berganti menjadi Majelis melalui kesepakatan bersama pengurus dan anggota. Sehingga berubah menjadi Majelis 169 Al-Khaerat, atau Majelis Ta`lim, Dzikir, dan Shalawat 169 Al-Khaerat.
Sebagian besar bahkan hampir semua jamaahnya adalah para pemuda. Hal ini sangat jarang terjadi saat ini dimana kekhawatiran pergaulan bebas dan gaya hidup mempengaruhi para pemuda saat ini. Oleh sebab itu, salah satu tujuan adanya majelis ini adalah tempat/wadah untuk para pemuda mencari jati dirinya. Khususnya tentang keagamaan melalui berbagai agenda-agenda Majelis yang ditanamkan kepada para jamaah untuk mengenal lebih dekat Tuhan dan RasulNya melalui amalan-amalan para ulama dan habaib yang bersumber dari guru-guru beliau yang memiliki sanad sampai kepada Rasulullah SAW.

Tahun ke-5 berjalannya Majelis membuat semangat pengurus untuk menyemarakkan lagi agenda-agenda khususnya mujahadahan rutinan Ratib Al-Haddad dengan dibentuk tambahan Hadrah. Tujuannya yaitu biar jamaah tidak jenuh dan lebih semangat lagi. Ditambah lagi peralatan sound system yang diperlukan untuk keberlangsungan Mujahadahan setiap agenda-agenda Majelis. Sehingga hal tersebut yang menginisiatif perngurus untuk mengadakan peralatan perlengkapan majelis seperti sound, karpet dan peralatan hadrah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar